Ibuprofen sering menjadi pilihan ketika sakit kepala, nyeri gigi, nyeri haid, demam, atau pegal datang. Karena mudah ditemukan dan dapat dibeli tanpa resep pada sediaan tertentu, obat ini kerap dianggap ringan: diminum kapan saja, diulang lebih sering, atau digabung dengan obat nyeri lain tanpa memeriksa kandungannya.
Anggapan “bisa dibeli sendiri berarti pasti aman” perlu diluruskan. Di Indonesia, ibuprofen dicantumkan sebagai contoh obat bebas terbatas, ditandai lingkaran biru dan disertai peringatan khusus. Artinya, obat dapat diperoleh tanpa resep pada ketentuan tertentu, tetapi penggunaannya tetap harus mengikuti informasi pada kemasan dan tidak boleh disepelekan.
Bebas terbatas, bukan bebas tanpa batas
Status tanpa resep bukan jaminan bahwa ibuprofen cocok untuk semua orang. Dosis, jarak pemberian, lama pemakaian, usia, penyakit penyerta, kehamilan, dan obat lain yang digunakan tetap menentukan keamanannya.
Apa yang dilakukan ibuprofen?
Ibuprofen termasuk obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS. Obat ini membantu mengurangi nyeri, demam, dan peradangan. Manfaat tersebut membuatnya berguna pada keluhan tertentu, tetapi pengaruhnya pada proses peradangan juga berkaitan dengan efek terhadap lambung, ginjal, pembuluh darah, dan bagian tubuh lainnya.
Risiko yang sering tidak terpikirkan
Ibuprofen dapat menimbulkan nyeri atau rasa tidak nyaman di lambung. Pada keadaan tertentu, OAINS juga dapat menyebabkan tukak dan perdarahan saluran cerna yang serius. Risikonya meningkat antara lain pada penggunaan dosis tinggi atau lebih lama, usia lanjut, riwayat tukak atau perdarahan lambung, konsumsi alkohol berlebihan, serta penggunaan bersama pengencer darah, kortikosteroid, aspirin, atau OAINS lain.
Ginjal juga membutuhkan perhatian. Risiko gangguan ginjal lebih besar ketika seseorang mengalami dehidrasi—misalnya karena muntah, diare, atau kurang minum—memiliki penyakit ginjal, gagal jantung, atau menggunakan obat tertentu. Ibuprofen juga perlu dipertimbangkan dengan hati-hati pada penderita hipertensi, penyakit jantung, riwayat stroke, dan orang yang pernah mengalami asma atau reaksi alergi setelah aspirin maupun OAINS.
Tetap cukup cairan, tetapi jangan dianggap sebagai penawar
Hindari menggunakan ibuprofen ketika tubuh sedang kekurangan cairan. Minumlah air dalam jumlah yang wajar sesuai kebutuhan tubuh, kecuali dokter membatasi asupan cairan karena kondisi seperti gagal jantung atau penyakit ginjal tertentu. Air membantu mencegah dehidrasi dan menelan obat dengan baik, tetapi tidak menghilangkan risiko lambung, ginjal, maupun risiko lain dari ibuprofen.
Kebiasaan yang berisiko
- Menganggap semua obat nyeri boleh diminum bersamaan
- Menambah dosis karena nyeri belum segera hilang
- Terus menggunakan obat saat keluhan menetap
- Tidak membaca komposisi obat flu atau obat kombinasi
Langkah yang lebih aman
- Ikuti dosis dan batas lama penggunaan pada kemasan
- Gunakan dosis efektif terendah selama waktu tersingkat
- Pastikan tidak ada OAINS lain yang diminum bersamaan
- Tanyakan kepada apoteker bila memiliki penyakit atau obat rutin
Perhatian khusus pada kehamilan
Ibu hamil sebaiknya tidak memilih ibuprofen sendiri. FDA memperingatkan agar OAINS dihindari mulai sekitar usia kehamilan 20 minggu kecuali atas arahan tenaga kesehatan karena dapat menimbulkan gangguan ginjal janin dan berkurangnya cairan ketuban. Setelah sekitar 30 minggu, terdapat tambahan risiko pada jantung janin. BPOM juga menekankan kehati-hatian pada kehamilan, terutama trimester ketiga.
Kenali tanda bahaya
Segera cari pertolongan bila muncul muntah darah atau seperti bubuk kopi, tinja hitam atau berdarah, nyeri perut berat, sesak napas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, nyeri dada, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, urine sangat sedikit, atau reaksi kulit berat.
Kapan perlu diperiksa?
Obat nyeri seharusnya tidak menutupi keluhan yang membutuhkan pemeriksaan. Konsultasikan bila nyeri berat, berulang, semakin memburuk, muncul setelah cedera, disertai demam menetap, atau memerlukan ibuprofen berhari-hari. Untuk anak, gunakan sediaan dan takaran yang sesuai berat badan serta alat ukur yang tepat; jangan menebak dosis dengan sendok rumah tangga.
“Mudah diperoleh tidak sama dengan boleh digunakan tanpa pertimbangan. Obat yang aman selalu dimulai dari pasien yang tepat, dosis yang tepat, dan waktu yang tepat.
Sebelum menggunakan ibuprofen, baca kandungan dan peringatan pada kemasan. Pastikan tubuh tidak sedang kekurangan cairan dan gunakan air putih secukupnya, kecuali Anda mendapat pembatasan cairan. Sampaikan kepada apoteker bila Anda sedang hamil, memiliki riwayat sakit lambung, penyakit ginjal, jantung, tekanan darah tinggi, asma akibat obat nyeri, atau sedang menggunakan obat rutin.
Rujukan tepercaya
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, resep, atau konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.
