Pada Juli 2025, seorang balita asal Kabupaten Sukabumi meninggal setelah dirawat intensif selama sembilan hari. Temuan cacing gelang dalam jumlah banyak kemudian ramai diberitakan dan memicu kekhawatiran masyarakat. Namun, Kementerian Kesehatan meluruskan bahwa penyebab kematiannya adalah sepsis dalam kondisi yang juga diperberat malnutrisi, stunting, dan meningitis TBC—bukan tepat bila disederhanakan sebagai “meninggal hanya karena cacingan”.
Kasus tersebut tetap menjadi peringatan serius. Infeksi cacing yang berat dapat memperburuk status gizi dan kesehatan anak. Pada saat yang sama, rasa takut membuat sebagian masyarakat buru-buru mencari obat cacing, terutama bentuk cair untuk anak. Pelajaran yang dibutuhkan bukan sekadar “semua orang harus segera minum obat”, melainkan bagaimana menggunakan obat secara tepat dan memutus jalur penularannya.
“Obat cacing membantu menurunkan beban cacing. Kebersihan, sanitasi, dan pemantauan kesehatan mencegah anak kembali terpapar dan mencegah kasus berat terlambat dikenali.
Pencegahan massal berbeda dengan pengobatan pasien
Dalam program kesehatan masyarakat di wilayah dengan penularan cacing melalui tanah, obat dapat diberikan berkala kepada kelompok anak yang berisiko tanpa pemeriksaan tinja satu per satu. Tujuannya mengurangi beban cacing di masyarakat. Ini berbeda dari pengobatan seseorang yang memiliki gejala, cacing keluar dari tubuh, hasil pemeriksaan positif, atau dugaan infeksi berat; pasien tersebut memerlukan penilaian klinis karena jenis cacing, obat, dosis, lama terapi, dan kebutuhan pengulangan dapat berbeda.
Dosis tunggal bukan berarti semua produk diminum dengan volume yang sama
WHO merekomendasikan albendazol 400 mg atau mebendazol 500 mg dosis tunggal untuk program pemberian obat pencegahan pada kelompok anak di wilayah endemis. Untuk anak usia 12–23 bulan, WHO menggunakan albendazol 200 mg. Program Indonesia menyasar anak usia 1–12 tahun melalui layanan seperti posyandu dan sekolah sesuai kebijakan daerah.
Angka tersebut adalah jumlah zat aktif, bukan otomatis jumlah sendok atau satu botol. Suspensi dari produsen berbeda dapat memiliki kadar berbeda, misalnya jumlah miligram dalam setiap 5 mL. Karena itu, baca nama zat aktif dan konsentrasi pada etiket; jangan menyalin volume milik produk lain.
Bagaimana menggunakan obat cacing cair dengan benar?
Hindari kebiasaan ini
- Menebak dosis dari usia saja ketika obat sebenarnya berbasis berat badan
- Menggunakan sendok makan atau sendok teh rumah tangga
- Menganggap semua merek dan semua zat aktif memiliki aturan yang sama
- Mengulang dosis setiap hari agar dianggap lebih manjur
- Mencampur beberapa obat cacing sekaligus tanpa arahan
Langkah yang lebih aman
- Pastikan nama zat aktif, kekuatan, usia, dan berat badan pasien
- Kocok suspensi sesuai petunjuk pada kemasan
- Ukur dengan sendok takar, gelas takar, atau spuit oral
- Ikuti dosis dan waktu pengulangan pada etiket atau arahan tenaga kesehatan
- Catat tanggal pemberian agar tidak diberikan berulang tanpa alasan
Pirantel pamoat, misalnya, lazim dihitung berdasarkan berat badan pada pengobatan perorangan; albendazol dan mebendazol mempunyai regimen yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat pertanyaan apoteker tentang usia, berat badan, gejala, kehamilan, penyakit penyerta, dan obat lain bukan sekadar formalitas.
Infeksi berat membutuhkan pemeriksaan segera
Bawa pasien ke fasilitas kesehatan bila cacing keluar dari mulut atau hidung, perut sangat membesar atau nyeri berat, muntah berulang, tidak dapat buang air besar atau kentut, sesak, demam tinggi, kejang, penurunan kesadaran, berat badan sulit naik, pucat berat, atau tampak sangat lemah. Pada beban cacing yang sangat tinggi, pemberian obat perlu berada dalam pengawasan karena kematian atau migrasi cacing dapat menimbulkan masalah.
Siapa yang perlu bertanya dahulu kepada tenaga kesehatan?
Anak di bawah satu tahun, ibu hamil atau menyusui, pasien dengan gangguan hati, pasien yang menggunakan obat rutin, serta orang dengan kondisi lemah atau dugaan infeksi berat sebaiknya tidak langsung memilih obat sendiri. Begitu pula bila keluhan tidak membaik, sering berulang, atau diagnosisnya belum jelas.
Obat saja tidak cukup
Telur cacing dapat mencemari tanah, air, tangan, dan makanan. Biasakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah menggunakan jamban, dan setelah membersihkan anak; potong serta bersihkan kuku; gunakan jamban sehat; pakai alas kaki di luar rumah; gunakan air bersih; serta cuci, kupas, atau masak bahan makanan dengan benar.
Jaga lantai dan area bermain anak tetap bersih, cegah anak memasukkan tangan kotor ke mulut, dan jangan biarkan tinja mencemari tanah. Anggota keluarga lain tidak otomatis perlu diberi obat yang sama; kebutuhan terapi bersama bergantung pada jenis infeksi dan penilaian tenaga kesehatan.
Mengapa obat cacing sirup sempat sulit dicari?
Ketika kasus di Sukabumi ramai diberitakan pada Agustus 2025, berdasarkan pengamatan dalam pelayanan kefarmasian di wilayah Cianjur, permintaan masyarakat terhadap obat cacing ikut meningkat—terutama untuk sediaan sirup. Stok di sejumlah apotek yang teramati cepat berkurang. Saat dilakukan pemesanan kembali, beberapa produk bahkan sedang tidak tersedia melalui PBF resmi yang biasa melayani apotek.
Catatan lapangan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa obat cacing sirup pada saat itu terasa sulit dicari. Namun, pengamatan ini bukan hasil survei seluruh apotek atau seluruh PBF sehingga tidak dapat dianggap mewakili keadaan di seluruh Kabupaten Cianjur, Sukabumi, maupun Bogor.
Ketika stok apotek habis dan pemesanan kembali belum dapat dipenuhi oleh PBF, masyarakat akan merasakan keadaan tersebut sebagai kelangkaan obat. Dalam konteks ini, sulitnya memperoleh obat cacing sirup lebih tepat dipahami sebagai ketersediaan pada jalur distribusi yang belum mampu mengimbangi kenaikan permintaan dalam waktu singkat. Kekosongan dapat bersifat sementara hingga pasokan kembali tersedia dan tidak dengan sendirinya berarti produksi obat telah berhenti.
Aturan pakai juga mengajarkan mengapa tidak perlu memborong
Banyak regimen pencegahan cacing menggunakan dosis tunggal dan diberikan pada interval tertentu, bukan diminum setiap hari. Membeli beberapa botol sekaligus tidak membuat perlindungan menjadi lebih kuat. Obat yang disimpan terlalu lama dapat kedaluwarsa, rusak karena penyimpanan yang salah, kehilangan identitas setelah etiket dilepas, atau digunakan kepada orang lain dengan dosis yang keliru.
Belilah sesuai kebutuhan dosis saat ini. Bila anak menjadi sasaran program pemerintah, manfaatkan pemberian obat melalui posyandu, puskesmas, atau sekolah. Sikap ini membantu menjaga stok tetap tersedia bagi keluarga yang benar-benar membutuhkannya.
Sebelum membeli obat cacing, sampaikan siapa yang akan menggunakannya, usia, berat badan, gejala, obat rutin, dan kapan terakhir mendapat obat cacing. Untuk sediaan cair, periksa konsentrasi dan gunakan alat takar. Jangan meningkatkan dosis atau menimbun karena panik. Obat cacing yang tepat perlu berjalan bersama cuci tangan, jamban sehat, alas kaki, air bersih, makanan aman, serta pemeriksaan bila ada tanda bahaya.
Rujukan tepercaya
- Kementerian Kesehatan RI
Balita R meninggal dunia akibat sepsis
- JDIH BPK RI
Permenkes Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan
- Kementerian Kesehatan RI
Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
- World Health Organization
Deworming in children — recommendations and dosage
- World Health Organization
Soil-transmitted helminth infections
- Kementerian Kesehatan RI
Cacingan jangan disepelekan: penyebab, dampak, dan pencegahan
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, program kesehatan daerah, etiket produk, atau konsultasi langsung dengan dokter dan apoteker. Dosis serta lama penggunaan dapat berbeda menurut jenis cacing, zat aktif, usia, berat badan, kondisi pasien, dan tujuan pemberian.
